Industri maritim memiliki lingkungan operasional yang jauh berbeda dibandingkan instalasi listrik pada bangunan atau fasilitas industri di darat. Kapal, platform offshore, pelabuhan, hingga berbagai fasilitas kelautan harus menghadapi kelembapan tinggi, air laut, getaran, paparan minyak, perubahan temperatur, serta kondisi operasional yang berlangsung dalam waktu panjang. Karena itu, pemilihan kabel marine tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan ukuran konduktor atau harga produk.

Kabel marine merupakan kabel yang dirancang untuk mendukung sistem kelistrikan, kontrol, instrumentasi, komunikasi, dan berbagai kebutuhan lainnya pada lingkungan kapal maupun fasilitas lepas pantai. Kualitas kabel berpengaruh langsung terhadap kestabilan sistem kelistrikan serta keamanan operasional.

Kesalahan dalam memilih kabel dapat meningkatkan risiko gangguan kelistrikan, mempercepat kerusakan material, menambah kebutuhan maintenance, bahkan menyebabkan downtime yang merugikan. Oleh sebab itu, terdapat beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan kabel marine yang akan digunakan.

Apa Itu Kabel Marine?

Kabel marine adalah kabel yang dirancang untuk digunakan dalam lingkungan maritim seperti kapal komersial, kapal penumpang, kapal offshore, platform minyak dan gas, serta fasilitas kelautan lainnya.

Secara fungsi, kabel tersebut mungkin terlihat tidak jauh berbeda dari kabel listrik pada umumnya. Namun, kebutuhan konstruksi dan karakteristik materialnya dapat berbeda karena kondisi lingkungan laut yang lebih menantang.

Kabel harus mampu mempertahankan performanya ketika menghadapi kondisi seperti kelembapan tinggi, paparan air asin, getaran mesin, perubahan temperatur, hingga kemungkinan terkena minyak atau bahan kimia tertentu.

Selain membawa daya listrik, sistem pada kapal juga membutuhkan kabel untuk fungsi kontrol dan instrumentasi. Dengan demikian, jenis kabel yang diperlukan perlu disesuaikan dengan peralatan serta karakteristik sistem yang akan dilayani.

Mengapa Pemilihan Kabel Marine Sangat Penting?

Sistem kelistrikan merupakan salah satu bagian penting dalam operasional kapal. Banyak peralatan bergantung pada suplai daya dan sistem kontrol yang stabil, mulai dari sistem penerangan, pompa, mesin bantu, sistem navigasi, komunikasi, hingga berbagai peralatan keselamatan.

Kerusakan kabel tidak hanya menyebabkan suatu perangkat berhenti beroperasi. Dalam kondisi tertentu, gangguan tersebut dapat mempengaruhi bagian lain dari sistem kelistrikan.

Lingkungan kapal juga membuat proses perbaikan menjadi lebih kompleks. Ruang instalasi yang terbatas serta jalur kabel yang panjang dapat menyebabkan proses pemeriksaan dan penggantian kabel membutuhkan waktu lebih lama.

Memilih kabel marine yang tepat sejak tahap desain dan pengadaan membantu menjaga keandalan instalasi sekaligus mengurangi risiko maintenance yang tidak direncanakan di kemudian hari.

Perhatikan Lingkungan Tempat Kabel Akan Dipasang

Salah satu hal terpenting dalam memilih kabel marine adalah memahami lokasi pemasangannya. Kondisi yang dihadapi kabel pada ruang mesin tentu berbeda dengan kabel yang dipasang pada area terbuka atau deck.

Area terbuka memiliki kemungkinan terkena kelembapan, air laut, serta perubahan temperatur yang lebih tinggi. Sementara itu, kabel yang berada di sekitar mesin dapat menghadapi panas, getaran, minyak, atau kondisi mekanis yang lebih berat.

Karena itu, spesifikasi kabel sebaiknya tidak hanya ditentukan berdasarkan fungsi listriknya. Kondisi lingkungan harus dianalisis terlebih dahulu, termasuk temperatur kerja, kelembapan, paparan cairan, getaran, potensi benturan, serta apakah kabel akan dipasang di dalam atau di luar ruangan.

Semakin jelas kondisi instalasinya, semakin tepat pula pemilihan konstruksi kabel.

Sesuaikan Kabel dengan Fungsi Sistem

Tidak semua kabel di kapal digunakan untuk kebutuhan yang sama. Ada kabel yang bertugas membawa daya, ada pula yang digunakan untuk kontrol, instrumentasi, atau komunikasi.

Dalam praktiknya, kebutuhan tersebut dapat mencakup kabel daya untuk mendistribusikan energi listrik, kabel kontrol untuk sistem kendali, serta kabel instrumentasi untuk menghubungkan sensor dan perangkat pengukuran.

Setiap jenis penggunaan memiliki kebutuhan yang berbeda. Kabel daya lebih berfokus pada kemampuan membawa arus sesuai beban, sedangkan kabel instrumentasi perlu mempertimbangkan kualitas transmisi sinyal dan perlindungan terhadap gangguan elektromagnetik.

Karena itu, fungsi kabel sebaiknya ditentukan sejak awal sebelum memilih ukuran konduktor, material isolasi, konstruksi shielding, maupun jenis jacket.

Tentukan Ukuran Konduktor dengan Tepat

Ukuran konduktor merupakan salah satu aspek fundamental dalam sistem kelistrikan kapal. Luas penampang kabel harus disesuaikan dengan arus yang akan dialirkan serta kondisi pemasangannya.

Kabel yang terlalu kecil dapat mengalami kenaikan temperatur yang berlebihan dan meningkatkan voltage drop. Sebaliknya, ukuran yang terlalu besar tanpa perhitungan dapat meningkatkan biaya dan kebutuhan ruang instalasi.

Penentuan ukuran kabel sebaiknya mempertimbangkan beberapa faktor secara bersamaan, termasuk beban listrik, panjang jalur kabel, metode pemasangan, temperatur lingkungan, serta kemungkinan pengelompokan beberapa kabel dalam satu jalur.

Pada instalasi yang kompleks, perhitungan engineering sangat diperlukan agar kabel dapat bekerja dalam batas kapasitas yang sesuai selama masa operasionalnya.

Ketahanan Terhadap Air Laut dan Kelembapan

Lingkungan maritim identik dengan kelembapan tinggi dan air asin. Kedua faktor tersebut dapat mempercepat korosi serta degradasi pada material tertentu apabila kabel tidak dirancang untuk kondisi yang sesuai.

Lapisan luar atau jacket kabel memegang peran penting dalam melindungi bagian internal kabel dari lingkungan sekitar. Material jacket harus disesuaikan dengan lokasi dan karakteristik penggunaan.

Namun, penting juga dipahami bahwa kabel marine tidak selalu berarti kabel dapat digunakan untuk kondisi terendam air secara permanen. Kabel untuk instalasi kapal, kabel bawah laut, dan kabel untuk submerged application dapat memiliki konstruksi yang berbeda.

Karena itu, kondisi pemasangan sebaiknya dijelaskan secara spesifik kepada produsen atau supplier sebelum memilih produk.

Ketahanan Terhadap Minyak dan Bahan Kimia

Beberapa area pada kapal, terutama ruang mesin dan area industri, memiliki kemungkinan terpapar minyak, bahan bakar, pelumas, atau cairan kimia tertentu.

Paparan tersebut dapat mempengaruhi lapisan luar kabel apabila materialnya tidak memiliki ketahanan yang memadai.

Dalam jangka panjang, jacket kabel dapat mengalami perubahan sifat seperti mengembang, melunak, retak, atau kehilangan kemampuan perlindungannya. Kondisi semacam ini tentu dapat memperpendek umur kabel.

Jika kabel akan dipasang di area yang memiliki kemungkinan terpapar minyak atau bahan kimia, spesifikasi material harus mempertimbangkan tingkat ketahanan terhadap kondisi tersebut.

Kemampuan Menghadapi Getaran

Kapal merupakan lingkungan yang memiliki tingkat getaran relatif tinggi. Mesin utama, generator, pompa, kompresor, dan berbagai peralatan berputar dapat menghasilkan getaran secara terus-menerus selama beroperasi.

Selain itu, pergerakan kapal juga menciptakan tekanan mekanis yang berbeda dibandingkan instalasi listrik pada bangunan.

Konstruksi kabel perlu disesuaikan dengan kondisi tersebut agar konduktor maupun komponen lainnya tetap memiliki integritas yang baik dalam penggunaan jangka panjang.

Perlu pula dibedakan antara kabel yang hanya mengalami getaran dan kabel yang terus-menerus mengalami pergerakan atau flexing. Untuk aplikasi dengan pergerakan berulang, kebutuhan fleksibilitas kabel harus menjadi perhatian khusus.

Karakteristik Kabel Saat Terjadi Kebakaran

Keselamatan terhadap kebakaran menjadi faktor penting dalam instalasi kelistrikan kapal. Ruang yang terbatas dan kondisi evakuasi yang berbeda dari bangunan darat membuat karakteristik kabel terhadap api perlu diperhatikan secara serius.

Tergantung pada kebutuhan proyek, kabel dapat memiliki karakteristik seperti flame retardant, low smoke, halogen-free, atau fire resistant.

Istilah-istilah tersebut tidak selalu memiliki arti yang sama. Flame retardant berkaitan dengan kemampuan kabel dalam membatasi penyebaran api. Sementara itu, fire resistant biasanya berkaitan dengan kemampuan kabel mempertahankan fungsi listrik selama periode tertentu ketika terkena kondisi kebakaran sesuai metode pengujian yang berlaku.

Karena setiap proyek dapat memiliki persyaratan yang berbeda, spesifikasi kabel sebaiknya mengikuti standar keselamatan yang ditentukan untuk sistem tersebut.

Perlindungan Terhadap Gangguan Elektromagnetik

Kapal modern menggunakan banyak perangkat elektronik, sistem navigasi, sensor, motor, inverter, dan perangkat komunikasi. Kombinasi tersebut dapat menimbulkan electromagnetic interference atau EMI.

Gangguan elektromagnetik dapat mempengaruhi kualitas sinyal pada kabel kontrol dan instrumentasi, terutama ketika kabel dipasang berdekatan dengan sumber gangguan seperti motor, generator, atau kabel daya.

Untuk aplikasi tertentu, penggunaan kabel dengan shielding atau screening dapat membantu mengurangi pengaruh gangguan tersebut.

Selain spesifikasi kabel, routing juga berperan penting. Pemisahan jalur antara kabel daya dan kabel sinyal dapat membantu meningkatkan stabilitas sistem secara keseluruhan.

Standar dan Persyaratan Proyek

Kabel marine biasanya harus memenuhi persyaratan teknis yang berbeda dari kabel untuk instalasi umum.

Sebelum menentukan produk, penting untuk memeriksa dokumen spesifikasi proyek secara menyeluruh. Standar desain, metode pengujian, material, serta kebutuhan sertifikasi dapat berbeda tergantung jenis kapal, pemilik proyek, galangan, atau badan klasifikasi terkait.

Jangan menentukan kabel hanya berdasarkan tampilan fisik maupun luas penampang konduktornya.

Dua kabel yang terlihat sama belum tentu memiliki konstruksi, ketahanan terhadap api, kemampuan menghadapi kondisi lingkungan, atau hasil pengujian yang sama.

Datasheet dan dokumentasi teknis menjadi referensi penting untuk memastikan kesesuaian suatu produk dengan kebutuhan proyek.

Temperatur Operasional

Temperatur memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan kabel membawa arus dan umur pakainya.

Kabel yang berada di ruang dengan ventilasi baik tentu menghadapi kondisi berbeda dibandingkan kabel yang dipasang dekat mesin, generator, atau sumber panas lainnya.

Temperatur yang tinggi dapat mempengaruhi kemampuan kabel membawa beban secara aman. Karena itu, temperatur lingkungan maksimum maupun minimum perlu menjadi salah satu parameter dalam proses pemilihan kabel.

Pemilihan material isolasi dan jacket juga harus disesuaikan dengan rentang temperatur operasional yang diperkirakan akan dihadapi.

Instalasi Kabel yang Tepat

Kabel dengan spesifikasi yang baik tetap membutuhkan proses instalasi yang benar agar dapat memberikan performa maksimal.

Radius tekukan yang terlalu kecil, tekanan berlebihan saat penarikan kabel, terminasi yang tidak tepat, maupun penggunaan cable gland yang kurang sesuai dapat menjadi sumber masalah pada sistem.

Routing kabel juga perlu diperhatikan agar tidak berada pada area yang mudah mengalami gesekan, terkena permukaan tajam, atau mendapatkan tekanan mekanis yang tidak direncanakan.

Karena itu, keandalan kabel tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, tetapi juga oleh cara pemasangan dan penggunaannya.

Pertimbangkan Umur Pakai dan Total Cost of Ownership

Harga sering menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengadaan kabel. Namun, memilih kabel marine semata-mata berdasarkan harga terendah dapat meningkatkan biaya dalam jangka panjang.

Kabel yang lebih cepat mengalami degradasi dapat menyebabkan kebutuhan penggantian, biaya tenaga kerja, downtime, serta gangguan terhadap aktivitas operasional.

Oleh karena itu, total cost of ownership perlu dipertimbangkan bersama dengan harga pembelian awal.

Produk yang memiliki konstruksi sesuai dengan kondisi aplikasi cenderung memberikan nilai lebih baik karena dapat membantu mengurangi risiko maintenance dan penggantian kabel yang tidak direncanakan.

Pilih Produsen Kabel yang Memahami Kebutuhan Industri Marine

Produsen kabel memiliki peranan penting dalam memastikan produk yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan aplikasi.

Industri maritim memiliki berbagai kebutuhan teknis yang cukup spesifik sehingga tidak semua proyek dapat dipenuhi menggunakan produk standar yang tersedia di pasaran.

Produsen dengan kemampuan engineering yang baik dapat membantu mengevaluasi kebutuhan material, ukuran konduktor, konstruksi kabel, shielding, perlindungan mekanis, serta karakteristik lain berdasarkan kondisi pemasangan.

Kemampuan customization juga menjadi nilai tambah, terutama untuk proyek yang memiliki kebutuhan khusus.

Selain itu, aspek seperti konsistensi kualitas, kemampuan produksi, dokumentasi teknis, pengujian, serta ketepatan pengiriman juga perlu menjadi pertimbangan ketika memilih mitra manufaktur kabel.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Memilih Kabel Marine

Salah satu kesalahan yang cukup umum adalah menganggap semua kabel dengan ukuran konduktor yang sama memiliki karakteristik yang sama.

Padahal, konstruksi kabel dapat berbeda dalam hal material isolasi, jacket, shielding, perlindungan mekanis, hingga karakteristik terhadap api maupun kondisi lingkungan.

Kesalahan lainnya adalah tidak memberikan informasi aplikasi secara lengkap kepada produsen atau supplier. Informasi mengenai lokasi pemasangan, tegangan, kebutuhan arus, temperatur, paparan minyak, tingkat getaran, hingga pergerakan kabel dapat mempengaruhi spesifikasi produk yang dibutuhkan.

Semakin lengkap informasi yang diberikan sejak awal, semakin mudah bagi produsen untuk memberikan rekomendasi kabel yang tepat.

Bagaimana Memilih Kabel Marine yang Tepat?

Pemilihan kabel marine sebaiknya dilakukan dengan melihat kebutuhan sistem secara menyeluruh.

Langkah awal adalah menentukan fungsi kabel serta karakteristik beban yang akan dilayani. Setelah itu, kondisi lingkungan seperti temperatur, kelembapan, air laut, minyak, getaran, dan potensi gangguan elektromagnetik perlu dianalisis.

Spesifikasi proyek, standar keselamatan, konstruksi kabel, serta metode instalasi juga perlu dipertimbangkan sebelum menentukan produk.

Dengan pendekatan yang tepat, kabel bukan hanya berfungsi sebagai penghantar listrik, tetapi menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga keandalan dan kontinuitas operasional kapal.

Memilih Partner Kabel Marine Bersama PCM Cable

Dalam aplikasi marine dan offshore, kebutuhan kabel dapat berbeda-beda tergantung kondisi proyek. Karena itu, memilih mitra manufaktur yang memiliki pengalaman dan kemampuan engineering menjadi hal yang tidak kalah penting.

PT PCM Kabel Indonesia telah beroperasi sejak 1994 dan berkembang bersama kebutuhan berbagai sektor industri. Dengan pengalaman manufaktur selama puluhan tahun, PCM Cable mengombinasikan keahlian teknik dengan proses produksi modern untuk menghadirkan berbagai solusi kabel yang mengutamakan kualitas dan keandalan.

PCM Cable juga memahami bahwa tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi melalui spesifikasi standar. Oleh karena itu, kemampuan customization menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan proyek yang lebih spesifik.

Bagi perusahaan yang membutuhkan kabel untuk aplikasi marine, offshore, maupun kebutuhan industri lainnya, PCM Cable siap menjadi partner dalam mengeksplorasi solusi yang sesuai dengan kebutuhan teknis proyek.

Produk Unggulan Kami

TLF-HF
Kabel Daya dan Kontrol Penerangan Tanpa Pelindung (Tanpa Pelindung (Unarmoured))
0,6/1 kV

Konstruksi

(IEC 60092-353, Desain)

Konduktor:

Isolasi:

Pemisah:

Selubung Luar:

APLIKASI:

Untuk pemasangan tetap di sebagian besar area serta di dek terbuka pada kapal dan unit lepas pantai.

KARAKTERISTIK UTAMA

TEGANGAN TERUKUR
AC 0,6/1 kV (1,2 kV)
DC 0,9/1,5 kV (jika tegangan terhadap tanah tidak melebihi 0,9 kV)

SUHU KONDUKTOR MAKSIMUM
+ 90°C

TAHAN API
Uji IEC 60332-1-2 untuk kabel dan kawat berisolasi tunggal
Uji IEC 60332-3-22 untuk kabel dan kawat yang dibundel (kategori A)

BEBAS HALOGEN
Seri IEC 60754

EMISI ASAP
Seri IEC 61034

TLF-FRHF
Kabel Daya dan Kontrol untuk Penerangan, Tahan Api, Tanpa Pelindung (Tanpa Pelindung (Unarmoured)), 0,6/1 kV

Konstruksi

(IEC 60092-353, Desain)

Konduktor:

Tahan Api:

Isolasi:

Pemisah:

Selubung Luar:

APLIKASI:

Untuk pemasangan tetap di sebagian besar area serta di geladak terbuka pada kapal dan unit lepas pantai.
Jika kabel terpapar sinar matahari langsung, disarankan untuk menggunakan pelindung tambahan atau kabel dengan selubung luar berwarna hitam.

KARAKTERISTIK UTAMA

TEGANGAN TERUKUR
AC 0,6/1 kV (1,2 kV)
DC 0,9/1,5 kV (jika tegangan terhadap tanah tidak melebihi 0,9 kV)

SUHU KONDUKTOR MAKSIMUM
+90°C

TAHAN API
Uji IEC 60332-1-2 untuk kabel dan kawat berisolasi tunggal
Uji IEC 60332-3-22 untuk kabel dan kawat yang dibundel (kategori A)

TAHAN API IEC 60331-1 atau IEC 60331-2

BEBAS HALOGEN IEC 60754 seri

EMISI ASAP IEC 61034 seri

TLSF-HF Kabel Daya dan Kontrol Penerangan Berpelindung (Pelindung (Armour)ed) 0.6/1 kV

Konstruksi

(IEC 60092-353, Desain)

Konduktor:

Isolasi:

Selubung Dalam:

Pelindung (Armour): (IEC 60092-350)

Selubung Luar: (IEC 60092-360)

APLIKASI:

Untuk pemasangan tetap di sebagian besar area serta di geladak terbuka pada kapal dan unit lepas pantai.

KARAKTERISTIK UTAMA

TEGANGAN TERUKUR AC 0.6/1 kV (1.2 kV)
DC 0.9/1.5 kV (if voltage to earth does not exceed 0.9 kV)

SUHU KONDUKTOR MAKSIMUM +90°C

TAHAN API IEC 60332-1-2 uji untuk kabel dan kawat berisolasi tunggal
IEC 60332-3-22 uji untuk kabel dan kawat yang dibundel kategori A

BEBAS HALOGEN IEC 60754 seri

EMISI ASAP IEC 61034 seri

TLSF-FRHF Kabel Daya dan Kontrol Penerangan Berpelindung Tahan Api 0.6/1 kV

Konstruksi

(IEC 60092-353, Desain)

Konduktor:

Tahan Api:

Isolasi:

Selubung Dalam:

Pelindung (Armour): (IEC 60092-350)

Selubung Luar: (IEC 60092-360)

APLIKASI:

Untuk pemasangan tetap di sebagian besar area serta di geladak terbuka pada kapal dan unit lepas pantai.
Jika kabel terpapar sinar matahari langsung, disarankan menggunakan pelindung tambahan atau kabel dengan selubung luar berwarna hitam.

KARAKTERISTIK UTAMA

TEGANGAN TERUKUR AC 0.6/1 kV (1.2 kV)
DC 0.9/1.5 kV (if voltage to earth does not exceed 0.9 kV)

SUHU KONDUKTOR MAKSIMUM +90°C

TAHAN API IEC 60332-1-2 uji untuk kabel dan kawat berisolasi tunggal
IEC 60332-3-22 uji untuk kabel dan kawat yang dibundel kategori A

TAHAN API IEC 60331-1 atau IEC 60331-2

BEBAS HALOGEN IEC 60754 seri

EMISI ASAP IEC 61034 seri

TLEFSF-HF Kabel Daya, Penerangan, dan Kontrol Berpelindung dengan Layar 0.6/1 kV

Konstruksi

(IEC 60092-353, Desain)

Konduktor:

Isolasi:

Berlapis Pelindung:

Selubung Dalam:

Pelindung (Armour): (IEC 60092-350)

Selubung Luar: (IEC 60092-360)

APLIKASI:

Untuk pemasangan tetap di sebagian besar area serta di geladak terbuka pada kapal dan unit lepas pantai.

KARAKTERISTIK UTAMA

TEGANGAN TERUKUR AC 0.6/1 kV (1.2 kV)
DC 0.9/1.5 kV (if voltage to earth does not exceed 0.9 kV)

SUHU KONDUKTOR MAKSIMUM +90°C

TAHAN API IEC 60332-1-2 uji untuk kabel dan kawat berisolasi tunggal
IEC 60332-3-22 uji untuk kabel dan kawat yang dibundel kategori A

BEBAS HALOGEN IEC 60754 seri

EMISI ASAP IEC 61034 seri

TLEFSF-FRHF Kabel Daya, Penerangan, dan Kontrol Berpelindung dengan Layar Tahan Api 0.6/1 kV

Konstruksi

(IEC 60092-353, Desain)

Konduktor:

Tahan Api:

Isolasi:

Berlapis Pelindung:

Selubung Dalam:

Pelindung (Armour): (IEC 60092-350)

Selubung Luar: (IEC 60092-360)

APLIKASI:

Untuk pemasangan tetap di sebagian besar area serta di geladak terbuka pada kapal dan unit lepas pantai.
Jika kabel terpapar sinar matahari langsung, disarankan menggunakan pelindung tambahan atau kabel dengan selubung luar berwarna hitam.

KARAKTERISTIK UTAMA

TEGANGAN TERUKUR AC 0.6/1 kV (1.2 kV)
DC 0.9/1.5 kV (if voltage to earth does not exceed 0.9 kV)

SUHU KONDUKTOR MAKSIMUM +90°C

TAHAN API IEC 60332-1-2 uji untuk kabel dan kawat berisolasi tunggal
IEC 60332-3-22 uji untuk kabel dan kawat yang dibundel kategori A

TAHAN API IEC 60331-1 atau IEC 60331-2

BEBAS HALOGEN IEC 60754 seri

EMISI ASAP IEC 61034 seri

TLF-HF Kabel Kontrol dan Instrumentasi Tanpa Pelindung (Tanpa Pelindung (Unarmoured)) 150/250 V

Konstruksi

(IEC 60092-376, Desain)

Konduktor:

Isolasi:

Pemisah:

Selubung Luar: (IEC 60092-360)

APLIKASI:

Untuk pemasangan tetap di sebagian besar area serta di geladak terbuka pada kapal dan unit lepas pantai.
Jika kabel terpapar sinar matahari langsung, disarankan menggunakan pelindung tambahan atau kabel dengan selubung luar berwarna hitam.

KARAKTERISTIK UTAMA

TEGANGAN TERUKUR 150/250 V (300V)

SUHU KONDUKTOR MAKSIMUM +90°C

TAHAN API IEC 60332-1-2 uji untuk kabel dan kawat berisolasi tunggal
IEC 60332-3-22 uji untuk kabel dan kawat yang dibundel kategori A

BEBAS HALOGEN IEC 60754 seri

EMISI ASAP IEC 61034 seri

TLF-FRHF Kabel Kontrol dan Instrumentasi Tanpa Pelindung Tahan Api 150/250 V

Konstruksi

(IEC 60092-376, Desain)

Konduktor:

Tahan Api:

Isolasi:

Pemisah:

Selubung Luar: (IEC 60092-360)

APLIKASI:

Untuk pemasangan tetap di sebagian besar area serta di geladak terbuka pada kapal dan unit lepas pantai.
Jika kabel terpapar sinar matahari langsung, disarankan menggunakan pelindung tambahan atau kabel dengan selubung luar berwarna hitam.

KARAKTERISTIK UTAMA

TEGANGAN TERUKUR 150/250 V (300V)

SUHU KONDUKTOR MAKSIMUM +90°C

TAHAN API IEC 60332-1-2 uji untuk kabel dan kawat berisolasi tunggal
IEC 60332-3-22 uji untuk kabel dan kawat yang dibundel kategori A

TAHAN API IEC 60331-1 atau IEC 60331-2

BEBAS HALOGEN IEC 60754 seri

EMISI ASAP IEC 61034 seri

TLSF-HF Kabel Penerangan, Kontrol, dan Instrumentasi Berpelindung 250V

Konstruksi

(IEC 60092-376, Desain)

Konduktor:

Isolasi:

Selubung Dalam:

Pelindung (Armour): (IEC 60092-350)

Selubung Luar: (IEC 60092-360)

APLIKASI:

Untuk pemasangan tetap di sebagian besar area serta di geladak terbuka pada kapal dan unit lepas pantai.
Jika kabel terpapar sinar matahari langsung, disarankan menggunakan pelindung tambahan atau kabel dengan selubung luar berwarna hitam.

KARAKTERISTIK UTAMA

TEGANGAN TERUKUR 150/250V (300V)

SUHU KONDUKTOR MAKSIMUM +90°C

TAHAN API IEC 60332-1-2 uji untuk kabel dan kawat berisolasi tunggal
IEC 60332-3-22 uji untuk kabel dan kawat yang dibundel kategori A

BEBAS HALOGEN IEC 60754 seri

EMISI ASAP

TLSF-FRHF Kabel Kontrol dan Instrumentasi Berpelindung Tahan Api 150/250 V

Konstruksi

(IEC 60092-376, Desain)

Konduktor:

Tahan Api:

Isolasi:

Selubung Dalam:

Pelindung (Armour): (IEC 60092-350)

Selubung Luar: (IEC 60092-360)

APLIKASI:

Untuk pemasangan tetap di sebagian besar area serta di geladak terbuka pada kapal dan unit lepas pantai.
Jika kabel terpapar sinar matahari langsung, disarankan menggunakan pelindung tambahan atau kabel dengan selubung luar berwarna hitam.

KARAKTERISTIK UTAMA

TEGANGAN TERUKUR 150/250 V (300V)

SUHU KONDUKTOR MAKSIMUM +90°C

TAHAN API IEC 60332-1-2 uji untuk kabel dan kawat berisolasi tunggal
IEC 60332-3-22 uji untuk kabel dan kawat yang dibundel kategori A

TAHAN API IEC 60331-1 atau IEC 60331-2

BEBAS HALOGEN IEC 60754 seri

EMISI ASAP IEC 61034 seri

TLEFSF-HF Kabel Instrumentasi dan Komunikasi Pasangan Berpelindung 150/250 V

Konstruksi

(IEC 60092-376, Desain)

Konduktor:

Isolasi:

Pasangan Terpilin:

Berlapis Pelindung:

Selubung Dalam:

Pelindung (Armour): (IEC 60092-350)

Selubung Luar: (IEC 60092-360)

APLIKASI:

Untuk pemasangan tetap di sebagian besar area serta di geladak terbuka pada kapal dan unit lepas pantai.
Jika kabel terpapar sinar matahari langsung, disarankan menggunakan pelindung tambahan atau kabel dengan selubung luar berwarna hitam.

KARAKTERISTIK UTAMA

TEGANGAN TERUKUR 150/250V (300V)

SUHU KONDUKTOR MAKSIMUM +90°C

TAHAN API IEC 60332-1-2 uji untuk kabel dan kawat berisolasi tunggal
IEC 60332-3-22 uji untuk kabel dan kawat yang dibundel kategori A

BEBAS HALOGEN IEC 60754 seri

EMISI ASAP IEC 61034 seri

TLEFSF-FRHF Kabel Instrumentasi dan Komunikasi Pasangan Berpelindung Tahan Api 150/250 V

Konstruksi

(IEC 60092-376, Desain)

Konduktor:

Tahan Api:

Isolasi:

Pasangan Terpilin:

Berlapis Pelindung:

Selubung Dalam:

Pelindung (Armour): (IEC 60092-350)

Selubung Luar: (IEC 60092-360)

APLIKASI:

Untuk pemasangan tetap di sebagian besar area serta di geladak terbuka pada kapal dan unit lepas pantai.
Jika kabel terpapar sinar matahari langsung, disarankan menggunakan pelindung tambahan atau kabel dengan selubung luar berwarna hitam.

KARAKTERISTIK UTAMA

TEGANGAN TERUKUR 150/250 V (300V)

SUHU KONDUKTOR MAKSIMUM +90°C

TAHAN API IEC 60332-1-2 uji untuk kabel dan kawat berisolasi tunggal
IEC 60332-3-22 uji untuk kabel dan kawat yang dibundel kategori A

TAHAN API IEC 60331-1 atau IEC 60331-2

BEBAS HALOGEN IEC 60754 seri

EMISI ASAP IEC 61034 seri

TLEFSF-HF(i) Kabel Instrumentasi dan Komunikasi Berpelindung dengan Layar Individu 150/250 V

Konstruksi

(IEC 60092-376, Desain)

Konduktor:

Isolasi:

Pasangan Terpilin:

Pelindung Individu:

Selubung Dalam:

Pelindung (Armour): (IEC 60092-350)

Selubung Luar: (IEC 60092-360)

APLIKASI:

Untuk pemasangan tetap di sebagian besar area serta di geladak terbuka pada kapal dan unit lepas pantai.
Jika kabel terpapar sinar matahari langsung, disarankan menggunakan pelindung tambahan atau kabel dengan selubung luar berwarna hitam.

KARAKTERISTIK UTAMA

TEGANGAN TERUKUR 150/250V (300V)

SUHU KONDUKTOR MAKSIMUM +90°C

TAHAN API IEC 60332-1-2 uji untuk kabel dan kawat berisolasi tunggal
IEC 60332-3-22 uji untuk kabel dan kawat yang dibundel kategori A

BEBAS HALOGEN IEC 60754 seri

EMISI ASAP IEC 61034 seri

TLEFSF-FRHF(i) Kabel Instrumentasi dan Komunikasi Berpelindung dengan Layar Individu Tahan Api 150/250 V

Konstruksi

(IEC 60092-376, Desain)

Konduktor:

Tahan Api:

Isolasi:

Pasangan Terpilin:

Pelindung Individu:

Selubung Dalam:

Pelindung (Armour): (IEC 60092-350)

Selubung Luar: (IEC 60092-360)

APLIKASI:

Untuk pemasangan tetap di sebagian besar area serta di geladak terbuka pada kapal dan unit lepas pantai.
Jika kabel terpapar sinar matahari langsung, disarankan menggunakan pelindung tambahan atau kabel dengan selubung luar berwarna hitam.

KARAKTERISTIK UTAMA

TEGANGAN TERUKUR 150/250 V (300V)

SUHU KONDUKTOR MAKSIMUM +90°C

TAHAN API IEC 60332-1-2 uji untuk kabel dan kawat berisolasi tunggal
IEC 60332-3-22 uji untuk kabel dan kawat yang dibundel kategori A

TAHAN API IEC 60331-1 atau IEC 60331-2

BEBAS HALOGEN IEC 60754 seri

EMISI ASAP IEC 61034 seri

Pelajari lebih lanjut mengenai produk dan kemampuan manufaktur PCM Cable melalui https://pcmcable.com/produk/marine-offshore-cables/ dan diskusikan kebutuhan kabel Anda bersama tim kami.

Baca juga: https://pcmcable.com/produsen-marine-cable-kabel-kapal-untuk-industri-maritim/